
Menurut beberapa sumber terpercaya yang saya dapat bahwa sejak menghilangnya karema sewaktu pengembaraan Toar untuk mencari pasangan hidup ada dugaan bahwa karema sempat mengembara juga dan menetap beberapa tahun di sebelah selatan yang sekarang di sebut minahasa selatan tepatnya diantara gunung LOLOMBULAN Dan SINONSAYANG dikarenakan karema sudah menduga bahwa Lumimuut dan Toar akan bertemu sehingga dia hendak mempersiapkan acara peringatan pertemuan antara Toar dan Lumimuut sebagai tanda sudah menjadi sepasang kekasih atau suami istri di buktikan dengan Pembuatan WATU LUTAU yang pada waktu tertentu mengeluarkan suara tembakan sepereti Meriam/ Petir/ Guntur memberikan isyarat kepada Toar dan Lumimuut untuk segera menuju kesana untuk mempersatukan dan menccocokan Tawa'ang yang dibawah masing-masing sebagai tanda berjodoh seperti yang di katakan Karema sebelumnya dan hanya karema yang dapat membuktiakan karena dia yang mengenalih Tawa'ang tersebut dan mempersatukan mereka berdua dan dibuatlah suatu acara pengikat dan di gambarkan atau di lukiskan oleh karema di WATU LUTAU tersebut, sehingga batu tersebut memilikih ukiran/gambar sepasang kekasih. bergandengan tangan yang melambangkan mereka sudah bersatunya dan siap melanjutkan keturunan.
Sehingga daerah itu pada awalnya dinamakan Desa LUTAU dan selanjutnya berubah nama menjadi TINONDEYAN dan sekarang menjadi desa TONDEIyang berarti Tempat yang dicari kembali karena sempat ditinggalkan. tanpa di sadari bahwa daerah tersebut sudah di lupakan yang sebenarnya menyimpanrahasia dibalik semua cerita tentang TOAR DAN LUMIMUUT.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tuliskan TanggapanMu...!!!